PROPIL

 

 

Aku anak pertama..tau bisa dibilang akku anak tunggal…

aku anak yang mudah marah..tpi aku takut dalam kegelapan…

tpi aku bahagia memiliki orangtua yang sangat shyank padaku…

terima kaseh ayah..

mterima kaseh ibu akku mencintae kalian…

Sebuah kebahagiaan yg mungkin tdk bisa diungkapkan dgn kata-kata manakala orang tua mendapati di hari tua perlakuan yg demikian istimewa dari anak-anaknya. Ketika ia mulai lemah dan mungkin sakit-sakitan anak-anak dgn sabar dan penuh perhatian memberikan perawatan kepadanya. Ini semua tentu tdk didapat begitu saja namun melalui pendidikan dan perjuangan yg panjang dari orang tua tersebut agar anak-anak tumbuh menjadi anak yg shalih dan berbakti pada orang tuanya.

Sesosok anak tdk akan dapat terlepas dari ayah dan ibunya. Bagaimanapun keadaan ia adl bagian dari diri keduanya. Dia adl darah daging keduanya. Rahim ibu adl tempat buaian yg pertama di dunia ini. Air susu menjadi sumber makanan yg menumbuhkan jasadnya. Kasih sayang ibu adl ketenangan yg selalu dia rindukan. Kerelaan ibu utk berjaga membuat nyenyak tidurnya. Kegelisahan ibu menyisakan kebahagiaan untuknya.
Timangan sang ayah dirasakan sebagai kekokohan. Perasan keringat ayah memberikan rasa kenyang dan hangat bagi dirinya. Doa-doa yg mereka panjatkan menjadi sebab segala kebaikan yg didapatinya. tdk terhingga dgn hitungan jemari utk merunut kembali segala kebaikan yg mereka curahkan utk buah hati mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan hak bagi kedua orang tua utk diberikan bakti kelembutan penjagaan dan kasih sayang dan Allah kuatkan hak ini dgn mengiringkan setelah hak-Nya Subhanahu wa Ta’ala krn hak orang tua mengandung pemuliaan dan pengagungan. Bahkan di dlm Kitab-Nya yg mulia termaktub berbilang ayat yg memberikan wasiat dan mendorong utk berbakti kepada orang tua serta menjanjikan banyak kebaikan bagi seorang yg berbakti dan mengancam dgn balasan yg akan menimpa orang yg mendurhakai ayah bundanya.
Di antara sekian banyak ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dgn sesuatu pun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.”
Dalam kalam-Nya ini Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan utk beribadah hanya kepada-Nya semata dan tdk menyekutukan-Nya krn Dialah Al-Khaliq Ar-Raziq Al-Mun’im yg memberikan keutamaan kepada makhluk-Nya tiap saat dan tiap keadaan. Oleh krn itu Dialah yg berhak utk diesakan dan tdk disekutukan dgn sesuatu pun dari kalangan makhluk-Nya. Hal ini sebagaimana yg dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu:
} قَالَ : اللهُ وَرَسُوْلُهُُ أَعْلَمُ. قَالَ } ثُمَّ قَالَ }
“Tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-Nya?” Mu’adz menjawab “Allah dan Rasul-Nya lbh mengetahui.” Beliau berkata “Yakni beribadah hanya kepada-Nya dan tdk menyekutukan-Nya dgn sesuatupun.” Kemudian beliau berkata lagi “Tahukah engkau apa hak hamba atas Allah bila mereka melaksanakannya? Allah tdk akan mengadzab mereka.”
Setelah itu Allah Subhanahu wa Ta’ala mewasiatkan utk berbuat baik kepada kedua orang tua krn Allah jadikan kedua sebagai sebab keluar seseorang dari ketiadaan menjadi ada.
Oleh krn itu semesti semenjak dini kedua orang tua mulai menanamkan hal ini kepada putra-putri mereka mengiringi pengajaran tentang keimanan terhadap Rabb mereka. Inilah pula yg dilakukan oleh Luqman yg mengiringi wasiat kepada anak utk beribadah kepada Allah semata dgn wasiat utk berbuat baik kepada kedua orang tua.

“Dan Kami wasiatkan kepada manusia utk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibu telah mengandung dlm keadaan payah yg bertambah-tambah dan menyapih dlm dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Ha kepada-Kulah kembalimu.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan utk bersyukur kepada-Nya dgn melaksanakan peribadahan kepada-Nya serta menunaikan hak-hak-Nya dan tdk menggunakan ni’mat-ni’mat yg dianugerahkan-Nya utk bermaksiat pada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan utk bersyukur kepada kedua orang tua dgn berbuat baik kepada keduanya. Hal ini dilakukan dgn berucap lemah lembut melakukan perbuatan yg baik dan merendahkan diri terhadap mereka. Juga dgn memuliakan dan menanggung kebutuhan hidup serta tdk menyakiti mereka dgn cara apa pun baik dgn ucapan atau pun perbuatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: